Example floating
Example floating
Kota Bekasi

Kepemimpinan Gani Muhamad Berganti, Junaedi Jadi Pj. Walikota Bekasi

Galih
×

Kepemimpinan Gani Muhamad Berganti, Junaedi Jadi Pj. Walikota Bekasi

Sebarkan artikel ini
Foto : Pj. Walikota Bekasi Raden Gani Muhamad

BEKASISATU, KOTA BEKASI – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Tito Karnavian memutuskan untuk mengganti Penjabat (Pj) Wali Kota Bekasi Raden Gani Muhamad.

Hal ini sesuai dari penggalan isi surat yang diterima redaksi Bekasisatu.id, dalam isi surat tersebut tertulis memberhentikan saudara Raden Gani Muhamad menjadi Pj. Walikota Bekasi disertai ucapan terimakasih atas dedikasinya.

Sebagai penggantinya, Kemendagri menunjuk Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Bekasi Junaedi sebagai Pj. Walikota Bekasi meneruskan kepemimpinan Gani Muhamad.

Belum ada keterangan resmi dari Kemendagri maupun Pemerintah Kota Bekasi terkait pergantian Raden Gani Muhamad.

Seperti diketahui, Raden Gani Muhamad selaku Kabiro Hukum Kemendagri dilantik sebagai Pj. Walikota Bekasi pada 20 September 2023 menggantikan Tri Adhianto yang lengser jadi Walikota Bekasi.

Dimasa Kepemimpinan Raden Gani Muhamad, banyak kebijakan strategis yang diambil saat menjadi orang nomor Satu Kota Bekasi

Diantaranya memberikan uang Tunjangan Hari Raya (THR) saat hari Raya Idul Fitri kepada pegawai Tenaga Kerja Kontrak (TKK) Pemerintah Kota Bekasi.

Pembatalan pemenang lelang proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Bantargebang yang dianggap bertentangan dengan aturan.

Serta yang terbaru, dirinya sudah melakukan Rotasi Mutasi pejabat Eselon IV, III dan II di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi.

Nantinya Junaedi akan melanjutkan estafet kepemimpinan Gani Muhamad untuk mensukseskan Pilkada Kota Bekasi pada 27 November 2024.

Namun persoalan ini langsung dibantah Pemerintah Kota Bekasi. Karena Pemkot Bekasi mengaku belum pernah mendapatkan surat resmi dari Kemendagri.

Hal serupa juga diungkapkan Ketua LSM Trinusa Kota Bekasi Maksum Al Farizi, menurutnya surat penggalan tersebut adalah hoax dan tidak terbukti kebenarannya.

“Apapun itu, semua berproses, kalau belum ada surat resmi dari Kemendagri berarti informasi tersebut belum bisa dipastikan kebenarannya,” ucap Mandor Baya sapaan akrabnya.

error: Content is protected !!