Example floating
Example floating
Uncategorized

Pegawai TKK Jadi Ketua Relawan, Bakal Ditindak Pj. Walikota Bekasi

Galih
×

Pegawai TKK Jadi Ketua Relawan, Bakal Ditindak Pj. Walikota Bekasi

Sebarkan artikel ini
Foto : Pj. Walikota Bekasi Raden Gani Muhamad Bersama Keluarga Antusias Ikut Nyoblos di TPS 011 Sepanjang Jaya (doc.cam)

BEKASISATU, KOTA BEKASI – Menuju perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, beberapa Tenaga Kerja Kontrak (TKK) Pemkot Kota Bekasi dihadapkan persoalan sulit.

Bagaimana tidak, ada pegawai TKK yang terlihat menjadi salah satu ketua Relawan Bakal Calon Walikota Bekasi tahun 2024.

Seperti Dinal Saputra salah satu TKK dinas DBMSDA yang sekarang menjadi Ketua Relawan Bersama Tri Adhianto (Samatri) Kota Bekasi.

Ada pula Agus Ariyanto pegawai TKK yang bekerja di salah satu Kecamatan Dikota Bekasi, Sekarang sudah menjadi Ketua Relawan M2 Bangkit.

Dan terbaru, Sarifudin Engkam yang sekarang menjadi koordinator Relawan Bang Heri Koswara (Brengkos).

Melihat hal tersebut, Penjabat (Pj) Wali Kota Bekasi Raden Gani Muhamad bakal memberikan sanksi kepada pegawai honorer atau tenaga kerja kontrak (TKK) apabila tidak menjaga netralitas.

Pernyataan tersebut disampaikan, sebagai bentuk langkah mitigasi Pemerintah Daerah. Selain, mengingatkan pentingnya netralitas diri kepada pegawai Non ASN.

“Saya kenakan sanksi nanti, Termasuk (pegawai berstatus Tenaga Kerja Kontrak (TKK) dilingkungan Pemerintah Kota Bekasi, bilamana tidak netral,” ucap dia saat dikutip Minggu (02/06/24).

Menurutnya, pihaknya kerap kali mengingatkan kepada seluruh Pegawai Pemkot Bekasi. Agar tidak terkotak-kotakan salam memihak salah satu paslon dalam pelaksanaan Pilkada, terutama dari sisi pilihan pribadi yang semestinya dapat diberikan hak dan suaranya di tempat pemungutan suara (TPS) nanti.

“Kita dalam setiap kesempatan baik apel maupun pertemuan, rakor, rapim di kita itu selalu kita ingatkan seluruh ASN untuk netral. Jangan berpihak kepada salah satu paslon, karena dampaknya akan siginifikan untuk Kota Bekasi, kalau ASN kita terkotak-kotak,” jelasnya

error: Content is protected !!