Example floating
Example floating
Advertorial

Reses Anggota DPRD Kota Bekasi, Bahas Saluran Mampet Hingga Air Limbah

BekasiSatu
×

Reses Anggota DPRD Kota Bekasi, Bahas Saluran Mampet Hingga Air Limbah

Sebarkan artikel ini

Iklan - Dalam Artikel
Example 300x600
Iklan - Dalam Artikel

Kota Bekasi – Anggota DPRD Kota Bekasi asal Partai Keadilan
Sejahtera (PKS), Bambang Purwanto, helat jaring aspirasi masyarakat (Reses)
masa sidang ke II tahun anggaran 2021 di RW. 018, Kelurahan Aren Jaya, Minggu
(09/05/21).

 

 

Reses putaran terakhir yang digelar sejak tanggal 6 hingga 9
Mei 2021, anggota Dewan Daerah Pemilihan satu (Dapil I) Kecamatan Bekasi
Timur-Bekasi Selatan tersebut dibanjiri aspirasi dari konstituen yang hadir.
Umumnya mereka menyampaikan usulan terkait pembangunan infrastruktur,
persoalan saluran mampet, hingga kali yang diduga tercemar air limbah kimia
dari perusahaan.

 

 

“Jadi keluhan mulai dari bank sampah yang macet, kemudian,
tadi ada dua RW yang menyampaikan ke saya soal kali yang irigasinya bau, entah
dari (limbah) perusahaan atau apa,”kata Bambang Purwanto, Anggota Komisi I DPRD
Kota Bekasi

 

 

Legislator Kalimalang ini mengemukakan, selain dua persoalan
di atas, usulan masalah infrastruktur dan penanganan banjir juga masih
mendominasi kegiatan reses yang dilakukannya kali ini.

 

“Infrastruktur umumlah, terutama menyangkut persoalan
banjir, saluran air minta diperbaiki,” terangnya.

 

Lebih lanjut politisi PKS ini menyatakan akan segera
mendorong keluhan warga terkait persoalan jebolnya tanggul kali yang hingga
kini belum mendapat perhatian dari dinas terkait, meksi sudah dilaporkan dan
sempat telah disurvey beberapa kali.

 

 

“Karena itu bukan di komisi saya, nanti akan saya follow up
ke teman-teman di komisi yang menangani tentang program penanggulangan bencana
banjir, yang tahun lalu telah di anggarkan,” jelas anggota Badan Anggaran (Banggar)
tersebut seraya menegaskan bahwa dirinya akan segera melakukan kroscek.

 

 

“Salah satu contoh tadi yang disampaikan. Di Jalan Irian
Jaya ini sudah dilakukan pengukuran beberapa kali,  tapi kenapa tidak dilanjutkan. Kenapa?, apa
refocousing lagi, saya juga belum tahu, nanti akan kita cek,” imbuhnya
mengakhiri. (GL/ADV)