Scroll untuk baca artikel
×
Lihatlah Ini
Lihatlah Ini
Example 728x250
Headline

Resmi, UMK 2024 Kota Bekasi Hanya Naik 3,59 Persen

Galih
×

Resmi, UMK 2024 Kota Bekasi Hanya Naik 3,59 Persen

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BEKASISATU, KOTA BEKASI – Harapan serikat buruh di Kota Bekasi sirna, ketika Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin menetapkan Upah Minimum Kota (UMK) Kota Bekasi hanya naik 3.59 %.

UMK 2024 ini ditetapkan berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 2023 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan, serta rekomendasi bupati/wali kota tentang UMK Tahun 2024.

Iklan - Dalam Artikel
Example 300x600
Iklan - Dalam Artikel

Menurut Bey, seluruh UMK 2024 di provinsi Jawa Barat sudah sesuai aturan berlaku dan sesuai tingkat serapan tenaga kerja dan rata-rata upah kota/kabupaten.

“Seluruhnya ditetapkan menjadi UMK 2024 dan yang tidak berdasarkan PP 51 Tahun 2023 dilakukan koreksi dengan formula PP 51 Tahun 2023 dan menggunakan alfa dari hasil pendekatan/analisis kuadran yang variabelnya didasarkan pada pasal 26 ayat (7) PP 51 Tahun 2023, yaitu tingkat serapan tenaga kerja dan rata-rata upah di kabupaten/kota,” kata Bey, Kamis (30/11/23)

Bey mengatakan rata-rata UMK di daerah Provinsi Jawa Barat tahun 2024 adalah Rp 3.370.534.

Dan nilai UMK tertinggi di Jawa Barat tahun 2024 adalah Kota Bekasi (Rp 5.343.430), sedangkan nilai UMK terendah di Jawa Barat tahun 2024 adalah Kota Banjar (Rp 2.070.192).

Seperti diketahui, Penjabat (Pj) Wali Kota Bekasi Raden Gani Muhamad sempat mengusulkan upah minimum kota (UMK) Bekasi 2024 naik 14,02 persen atau Rp 723.186, dari Rp 5.158.248 menjadi Rp 5.881.434.

Namun hal ini tidak di ACC Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin yang menaikkan UMK Kota Bekasi hanya Rp 5.343.430, naik Rp 185.181,80 atau 3,59 persen.